Tentang Stunting Dan Dampaknya Bagi Si Kecil

Gangguan tumbuh kembang anak yang mengakibatkan ia memiliki tubuh yang relatif lebih kecil merupakan dampak Stunting. Sebenarnya, ada banyak hal yang mempengaruhi hal ini sehingga Morumoms sebaiknya dapat mengenal stunting ini secara lebih mendalam. Yuk kita bahas!

Baca juga: Gagal Ginjal Akut Dan Bagaimana Mencegahnya

Apa itu Stunting dan penyebabnya

Seperti pembahasan kita sebelumnya, stunting mengakibatkan Si Kecil memiliki tinggi badan yang jauh lebih rendah jika berbanding gengan anak seusianya. Situasi ini cukup sering terjadi karena gizinya yang kurang baik sejak berada di dalam kandungan hingga beberapa tahun setelah ia lahir. Stunting sendiri dapat terjadi sejak Si Kecil masih berada dalam kandungan yang biasa terjadi karena kurangnya gizi. Untuk itu, pemenuhan ASI eksklusif dan makanan pendampingnya (MPASI) sangatlah penting untuk selalu Morumoms utamakan.

Selain masalah gizi, Stunting pada anak juga dapat terjadi karena adanya infeksi yang terjadi dan berulang. Si Kecil dengan infeksi berulang akan membutuhkan banyak gizi dan energi untuk melawan penyakit, karena itu Morumoms perlu memastikan gizinya dapat terpenuhi dengan maksimal.

Dampak Stunting bagi Si Kecil

Pertumbuhan Si Kecil yang tidak optimal adalah dampak utama dari stunting. Selain memengaruhi tinggi dan berat badan Si Kecil, kekurangan gizi juga akan memberikan dampak berkelanjutan bagi kesehatan dan kecerdasannya. Berikut kita akan membahas empat dampak utama stunting bagi Si Kecil.

  • Tubuh yang lebih kecil

Yap, seperti penjelasan kita sebelumnya, jika Si Kecil mengalami stunting maka ia akan memiliki masalah pertumbuhan tubuh. Sehingga, mereka juga akan berisiko memiliki postur tubuh yang relatif lebih pendek dari anak seusianya dan tentunya akan berdampak pada berat badannya yang terlalu kecil.

  • Tingkat kecerdasan yang berkurang

Jika Si Kecil mengalami stunting apalagi sejak masih dini maka ia berpotensi untuk mengalami kesulitan dalam mengembangkan kecerdasannya. Karena itu, ia akan menjadi lebih sulit untuk menyerap ilmu dan pelajaran dengan baik dan bisa saja berpengaruh pada hasil akademiknya kelak.

  • Si Kecil menjadi mudah sakit

Hal ini sepertinya sudah Morumos kira, ya? Tentu saja ia dapat menjadi lebih rentan terkena penyakit. Ini adalah efek dari kekurangan gizi seingga kekebalan tubuh Si Kecil juga akan melemah yang secara otomatis akan memengaruhi kemampuannya menahan serangan penyakit.

  • Berisiko terkena penyakit lain

Stunting yang Si Kecil alami juga sangat mungkin memberikan dampak kesehatan lain yang tidak dapat kita prediksi.

Baca juga: Morumoms, Apakah Sudah Kenalan Dengan Baby Blues?

Mencegah Stunting

Tentang situasi stunting ini, Kementrian Kesehatan sendiri telah mengeluarkan beberapa informasi untuk mencegah stunting ini, yaitu:

  1. Selalu memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil bahkan sejak Morumoms masih hamil
  2. Menjalankan ASI eksklusif enam bulan pertama kehidupannya
  3. Selalu pantau tumbuh kembanganya dengan interval waktu tertentu
  4. Menjaga kesehatan lingkungan khususnya sanitasi

Nah, kini Morumoms pasti sudah semakin tercerahkan tentang dampak stunting ini, ya! Pencegahan stunting perlu kita lakukan sejak dini demi memastikan pertumbuhan Si Kecil dapat berjalan maksimal yang tentu akan membuat orangtua juga bahagia. Semangat Moms! – KJ

Similar Posts

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *